SQL Server Workshop 2015

25 Desember 0 Comments A+ a-

          Kemaren sore pulang kerja dari senayan langsung cabut ke depok naek gojek, paginya sekitar jam 6 balik dari depok ke grogol dianter gojek juga, langsung berangkat lagi karna acara jam 9 pagi di SCBD, pulang bareng gojek lagi sore harinya. Sampe-sampe ga tau hari ini ada pernyataan dari pak menteri kalo gojek dilarang, kata abangnya uda mau demo hari ni tapi ga jadi gara-gara sore harinya pernyataan itu dicabut. Fiuuuh untungnya, kalo ga mau naik apa coba pulang dengan kondisi rush hours jakarta yang nggak banget dan kondisi fisik yang udah ampun capeknya.

          Oke, jadi sebenernya ini bukan mau ngebahas tentang Gojek ya tapi tentang acara jam 9 pagi (lebih tepatnya jam setengah 9) tanggal 18 Desember 2015 di SCBD yang demi itu rela langsung capcus dengan nyawa yang masi separo walaupun akhirnya telat juga hehehe :D



          Acara yang kece banget ini bertempat dikantor Microsoft kawasan SCBD tepatnya di BEJ Tower dan diadakan oleh Komunitas SQL Server Indonesia dari pagi sampai sore which is akan mengupas lebih dalam tentang Teknologi SQL Server yang ada saat ini dan juga yang akan segera hadir (SQL Server 2014 dan SQL Server 2016). 

          Selain diisi oleh para pembicara yang keren dan dihadiri oleh teman-teman IT dari berbagai perusahaan di Indonesia, dalam rundown acaranya ada beberapa materi menarik yang akan disampaikan antara lain: Microsoft SQL Server as Mission Critical (OLTP) and Business Intelligence/DWH (OLAP), Cisco Solution for SQL Server, Always On Availability Groups Best Practices, SQL Server Development Best Practice, Building a BI Solution in the Cloud, Mobile BI with DataZen, dan A Classy Cloud Way to Execute T-SQL Remotely.

          Setelah melewati serentetan materi yang disokong oleh gelas-gelas kopi dan cemilan tiada henti, tibalah sesi terakhir foto-foto bareng, ngumpulin kuisioner, pembagian souvenir and Thanks God Its Friday yayy.... Menutup minggu ini dengan siraman ilmu dan sekarang saatnya istirahat. Happy Weekend everyone  ^_^

Simple Chart with JQuery

01 Desember 0 Comments A+ a-



Dalam artikel ini saya akan sharing tentang membuat chart dengan JQuery yang pastinya mudah dipahami dan simple untuk diimplementasikan. Ada 4 jenis chart yang tersedia yaitu Bar, Line, Pie, Doughnut dan bisa dicustom sesuai kebutuhan. Oke langsung saja berikut langkah-langkahnya :

1. Include Script
Bisa download filenya disini, kemudian include di code kalian
    <script type="text/javascript" src="Scripts/Chart.js"></script>
    <script type="text/javascript" src="Scripts/Charts.js"></script>

2. Add Hidden Field
Hidden filed berfungsi sebagai input value dan bisa diisi langsung melalui frontend maupun dari backend.
   <input type="hidden" id="data/>

3. Parsing Data
Untuk tipe char Bar dan Line bisa dipakai untuk data 3D, dengan memasukkan kombinasi array berikut yang dipisahkan titik koma dan :
Array 1       : Berisi Label untuk setiap kategori (dipisah koma untuk setiap data)
Array 2       : Berisi Warna untuk setiap kategori (dipisah koma untuk setiap data)
Array 3 dst : Berisi Value untuk setiap kategori (dipisah koma untuk setiap data)

Contoh untuk 3 data dengan 3 kategori:
    <input type="hidden" id="data" value="Sales 2013,Sales 2014,Sales 2015;#F7464A,#46BFBD,#B48EAD;10,40,30;15,30,35;40,41,44" />

Sedangkan untuk Pie dan Doughnut bisa dipakai untuk data 2D, dengan memasukkan kombinasi array berikut (dipisahkan dengan titik koma) :
Array 1       : Berisi Label (dipisah koma untuk setiap data)
Array 2       : Berisi Warna (dipisah koma untuk setiap data)
Array 3 dst : Berisi Value (dipisah koma untuk setiap data)

Contoh untuk 3 data:
    <input type="hidden" id="data2" value="Sales 2013,Sales 2014,Sales 2015;#F7464A,#46BFBD,#B48EAD;60,80,40" />

4. Create Canvas 
Canvas berfungsi sebagai tempat menggambar chart
    <canvas id="myChart1" width="260" height="260"></canvas>
    <canvas id="myChart2" width="260" height="260"></canvas>
    <canvas id="myChart3" width="260" height="260"></canvas>
    <canvas id="myChart4" width="260" height="260"></canvas>

5. Create Script
Tambahkan script untuk menggambar chart
    <script type="text/javascript">
        ChartBar("myChart1", "data");
        ChartLine("myChart2", "data");
        ChartPie("myChart3", "data2");
        ChartDoughnut("myChart4", "data2");
    </script>

taraaa... sekarang chart nya sudah jadi, selamat mencoba :D

Seminar Compfest7

25 Oktober 0 Comments A+ a-

          Apasih CompFest itu? dikutip dari website resminya "CompFest merupakan acara IT tahunan yang dipersembahkan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UI dengan membawa 3 nilai utama; IT Awareness, Perfect Impact, dan Collaboration."
          Nah di CompFest ini acaranya macem-macem, salah satunya adalah acara seminar pada tanggal 26-27 September dan 3 October yang menghadirkan para pembicara ahli dalam bidangnya dari dalam maupun luar negeri untuk membahas berbagai topik yang sedang hangat dibicarakan dalam bidang IT.
          Pada tahun ini di CompFest7 saya berkesempatan hadir buat ikutan seminarnya, saya memilih ikut 3 Seminar di tanggal 27 September yang menghadirkan Panji Wasmana dengan topik "Make Your City Smarter with IoT", "Speech Technology: Hearing and Speaking The Google Way" oleh Peter Aleksic dan Steven Burnett yang membawakan materi "Natural Language Generation: Making Computers Speak", karna kayaknya materi-materi itu yg paling teknis diantara materi di 2 hari lainnya hehehe... Berikut Jadwalnya :

27 SEPTEMBER 2015

09.00 AM

"Make Your City Smarter with IoT"

Panji Wasmana, Indonesia Enterprise Business Unit Technical Leader at IBM

10.30 AM

"Speech Technology: Hearing and Speaking The Google Way"

Petar Aleksic, Software Engineer in Speech Team at Google New York City

13.00 PM

"Natural Language Generation: Making Computers Speak"

Steven Burnett, Software Engineer in Machine Intelligence Group at Google Mountain View, California

Kalau ingin tau lebih banyak tentang materi lainnya atau tentang CompFest kalian bisa kunjungi website resminya disini dan bisa juga untuk download materi-materi diatas melalui  bit.ly/SeminarDay2 semoga share kali ini bisa bermanfaat ya gaes, siapa tau ada yg mau ikut eventnya next year :)


Happy #ProgrammerDay

13 September 0 Comments A+ a-



Seumur-umur baru tau ini kalo ada yang namanya "Programmer Day" and guess what? Ya it's today! 13 September 2015. Mengutip dari wikipedia inilah penjelasan dari "Hari Programmer" :
"The Day of the Programmer is an international professional day recognized in many technology companies and programming firms, that is celebrated on the 256th (hexadecimal 100th, or the 28th) day of each year (September 13 during common years and on September 12 in leap years). The number 256 (28) was chosen because it is the number of distinct values that can be represented with an eight-bit byte, a value well-known to programmers.[3]256 is also the highest power of two that is less than 365, the number of days in a common year."
Jatuh di hari ke 256 setiap tahunnya, tepatnya tanggal 12 September pada tahun kabisat dan tgl 13 September pada tahun lainnya hal ini berdasarkan nilai yang dapat ditampung pada setiap byte, which is byte adalah sejarah penting dalam dunia pemrograman. Nah, sebagai salah satu orang yg hidup dari coding >.< pengen juga rasanya buat ikut memperingati, tapi enaknya ngapain ya?  
Should I code?
No way, its the first day off after last 3 weeks actually
Hmmm, how about learning?
Good idea!
C#? *my first love, the one that made me enjoy become a programmer
Perfect!
Ga usah lama-lama langsung aja buka microsoft virtual academy, salah satu portal untuk belajar dan bersertifikat #lol. Looking for C# topic and I found this one "Programming in C# Jump Start". Maybe its too late after years code in C# and attend the basic one but its okay, never too late to learn right? Nothing to lose with having these one. And Yay! finally I got this certificate for my completed courses :

So guys, what are you doing to celebrate this day? Atau mungkin ada pesan, kesan dan harapan kalian buat dunia pemrograman dan para programmer khususnya, boleh banget buat share at comment box below. Dari saya cuma mau ngucapin selamat hari Programmer buat para programmer, calon programmer maupun mantan programmer, keep lazy stay hungry stay foolish and never stop learning. Maju terus dunia coding Indonesia *apasih :D Happy Programmer Day and Happy coding everyone :)

Sharepoint Apps - Provider Hosted

11 September 0 Comments A+ a-

Setelah di artikel sebelumnya kita membuat Sharepoint Hosted App, kali ini kita akan coba untuk membuat Provider Hosted App. Apa bedanya dan configurasi awal apa yang kita butuhkan? please refer here. Get ready and you can create a Provider Hosted Apps as easy as one, two, three!


1. Buat Project Baru
Buka Visual Studio (Run as Administrator)
Create New Project 
> App for Sharepoint 2013


> Next > Provider Hosted

> Next > ASP.Net Web Form Application

> Next > Browse Certificate dan masukkan Issuer ID (refer here)


2. Visual Studio Configuration
Web.Config 
buka http://yourserver/_layouts/15/Appregnew.aspx
klik tombol generate pada field App Id, copy value yang tergenerate pada textbox dan paste di web.config serta appmanifest.xml


Web.Config

>AppManifest.xml


3. Deploy Solution
Klik kanan pada Solution > Deploy/Run
Browser akan terbuka > Login > Sharepoint Apps kita sudah jadi


Sharepoint Apps - Sharepoint Hosted

11 September 0 Comments A+ a-

Kali ini kita akan membuat Sharepoint Hosted App, sebelumnya saya rekomendasikan untuk membaca Sharepoint 2013 Apps terlebih dahulu dan kemudian berlanjut ke artikel ini. Jika sudah langsung saja inilah 5 langkah mudah membuat Sharepoint Hosted App.

1. Buat Zone baru
Administrative Tools > DNS > Forward Lookup Zone 
klik kanan, pilih
New Zone > Next > Next > Next > akan tampil screen dibawah



2. Buat CNAME baru
Klik kanan pada zona baru yang telah kita buat
select New Alias (CNAME) dan masukkan value dibawah



3. Setting Apps URL
buka Central admin > Apps > Configure App URLs
masukkan value seperti dibawah

4. Buat Project Baru
Buka Visual Studio (Run as Administrator)
Create New Project 
> App for Sharepoint 2013


> Next > Sharepoint Hosted > Finish



5. Deploy Solution
Klik kanan pada Solution > Deploy/Run
Browser akan terbuka > Login > Sharepoint Apps pertama kita sudah jadi


Sharepoint 2013 Apps

10 September 0 Comments A+ a-


Overview

Sebelum melangkah lebih lanjut, lets take a look about Sharepoint Apps first. Barang apalagi sih ini? Sharepoint Apps adalah bagian kecil dari perangkat lunak yang kita buat pada sharepoint. Berikut hosting yang tersedia beserta bagan penjelasan dari masing-masing pilihan :
     1. Provider-hosted
     2. Sharepoint-hosted
     3. Cloud-hosted (Azure)


So, Why Apps? Setidaknya ada beberapa alasan mengapa kita menggunakan Apps instead of Web Application or Sandbox Solution, yaitu :
1. Code tidak akan dieksekusi di server, hal ini bisa memperingan beban server
2. Code dijalankan di client/browser-side, IIS atau Windows Azure (diluar Sharepoint)
3. Install/Uninstall/ Update aplikasi bisa dilakukan tanpa mempengaruhi situs Sharepoint
4. Lebih baik dalam hal useability, development, dan deployment
5. Pengunaan yang lebih baik untuk perangkat mobile.


Basic Configuration

Nah setelah membaca sekilas tentang sharepoint apps sekarang kita akan melakukan konfigurasi dasar untuk memulai membuat sebuah apps, yang kita dibutuhkan adalah :
  • Sharepoint Site
  • SPFarm User (non-SystemAccount)
  • Run Services
  • Certificate (for secure apps)
ok, langsung saja kita bahas satu persatu
1. Sharepoint Site
kita membutuhkan sharepoint site untuk mendeploy apps kita, cara bikinnya mudah sekali tinggal buka central admin > Application Management > Create site collections. Kemudian isi title, description, port, site collection admin, dan gunakan template Team Site. Tunggu beberapa saat dan aha! your site collection will be created successfully :)

2. SPFarm User
kita juga membutuhkan sebuah user yang tergabung dalam SPFarm selain system account tentunya. Karena system account tidak bisa dipakai untuk mendeploy apps jadi jangan lupa untuk selanjutnya kita harus login ke windows menggunakan user ini ketika mendevelop sebuah apps.
Masuk ke Administrative Tools > User and Computer
Klik kanan pada Users > New > User > Isi value seperti contoh dibawah


Untuk menjadikan user diatas sebagai SPFarm, kita buka dulu central admin kemudian masuk ke Security, dibawah menu User klik Manage farm administrators group > Add user yang telah kita buat tadi dan klik Share



3. Run Services
agar apps kita bisa dibuat, maka perlu dinyalakan dulu beberapa services nya, syntax-syntax berikut dijalankan pada Sharepoint Management Shell, jadi silahkan di-open programnya dulu lalu run script berikut

add-pssnapin "Microsoft.Sharepoint.Powershell"

$account = Get-SPManagedAccount sharepoint13\administrator

Remove-SPServiceApplicationPool -Identity SettingsServiceAppPool

$appPoolSubSvc = New-SPServiceApplicationPool -Name SettingsServiceAppPool -Account $account

$appSubSvc = New-SPSubscriptionSettingsServiceApplication -ApplicationPool $appPoolSubSvc -Name SettingsServiceApp -DatabaseName SettingsServiceDB

$proxySubSvc = New-SPSubscriptionSettingsServiceApplicationProxy -ServiceApplication $appSubSvc

4. Certificate
certificate diperlukan agar apps kita trusted, dan inilah langkah-langkahnya :
a) Create New Certificate
Open IIS  > Server Certificate > Create Self-Signed Certificate > OK

b) Export Certificate
Double klik pada certificate yg telah kita buat tadi dan akan muncul popup, kemudian pilih tab 'Detail' dan klik button Copy to File

Next - next aja terus sampai muncul untuk mengisi path dimana certificate akan disimpan, kemudian next lagi > finish > ok. Certificate kamu udah bisa dipakai guys

Aplikasi Approval Sederhana (Analisa&Desain)

05 September 1 Comments A+ a-

Tahap awal untuk membuat sebuah aplikasi adalah analisa dan desain, salah satunya adalah perancangan sistem dimana kita harus bisa menerjemahkan requirement dari user untuk menuju proses selanjutnya yaitu fase development. Mungkin kalian sering menjumpai contoh-contoh kasus pada artikel lain atau juga mungkin yang sering dipakai disekolah/kuliah seperti sistem penjualan, penyewaan, gudang, dan lain-lain dalam artikel kali ini kita akan mengambil sebuah contoh kasus yang ngga mainstream namun tetap sederhana agar mudah dipahami.



Sedikit overviewnya tentang sistem approval sederhana yang akan kita buat, jadi tujuannya adalah untuk melakukan persetujuan dahulu sebelum data dapat diproses lebih lanjut. Contoh implementasinya misal "Sistem approval penerimaan anggota baru", jadi ketika ada anggota baru yang mendaftar tidak secara otomatis dianggap sebagai anggota yang sah, namun harus disetujui dulu oleh ketua organisasi. Jika ketua setuju maka pendaftar resmi menjadi anggota dan dapat diproses lebih lanjut, begitupun sebaliknya.

Tahap 1 : Analisa Requirement
Sebuah program dirancang berdasarkan requirement dari user, dalam hal ini pihak developer biasanya diberikan sebuah dokumen yang disebut dengan SOR (Scope of Requirement). Mirip seperti batasan masalah, dokumen ini berisi apa saja dan seberapa jauh yang diharapkan user dari aplikasi tersebut. Kenapa SOR? Karna keinginan manusia itu tidak ada batasnya, jika tidak dibatasi bisa melebar selebar samudra dan sejauh angkasa :D

Judul                      : Aplikasi Approval Sederhana
Requirement          : Sistem approval multilevel yang bisa diimplementasikan ke banyak proses bisnis
Detail Requirement:
- Approval dilakukan oleh user yang terdaftar pada sistem
- Satu user hanya boleh melakukan 1x approval di setiap kategori
- Level approval bisa dibuat tak terbatas/dinamis sesuai kebutuhan
- Setiap level bisa berisi 1 atau lebih user, kecuali level tertinggi hanya berisi 1 user
- Status approval terdiri dari (approve/not approve/in progress/reject)
- Terdapat kategori approval yang bisa diimplementasikan ke masing-masing data
- User dapat mendesign skema approval untuk setiap kategori


Tahap 2 : Flowchart Program
Setelah kita tahu keinginan dari pihak user, maka ini adalah saatnya untuk membuat diagram alur, dimana kita menganalisa bagaimana jalannya proses bisnis tersebut ketika diimplementasikan kedalam sebuah program aplikasi. And ya, kemampuan berhayal  menganalisa akan sangat diuji pada tahapan ini :D


Tahap 3 : Database Design (using SQL Server)
Yap, tahap terakhir sebelum memasuki proses coding/development adalah database design dan kali ini kita akan menggunakan SQL Server sebagai databasenya. Berikut adalah daftar table yang diperlukan untuk membuat Aplikasi Approval Sederhana berdasarkan flowchart diatas.

Table User: 
untuk menyimpan data user

Field
Type
Null
Default
Description
PK
Username
Varchar(20)
No



Password
Varchar(max)
No



Table Master: 
untuk menyimpan data master

Field
Type
Null
Default
Description
PK
MasterID
Varchar(20)
No

reference ke table master, bisa diisi dengan ID dari berbagai table master

Description
Varchar(max)
Yes


FK
Category
Varchar(20)
No



Status
Varchar(20)
No
In Progress


Table Category: 
untuk menyimpan skema approval pada setiap kategori

Field
Type
Null
Default
Description
PK
Category
Varchar(20)
No


FK
Username
Varchar(max)
No

user yg bertugas untuk melakukan approval

Level
Int
No

menunjukkan level approval setiap user pada setiap kategori, semakin banyak nilainya maka semakin tinggi levelnya

Table Approval: 
untuk menyimpan data transaksi approval

Field
Type
Null
Default
Description
PK
ApprovalID
Varchar(20)
No


FK
MasterID
Varchar(20)
No


FK
Username
int
No



Turn
Bit
No
0
menunjukkan level yg sedang melakukan approval

Approve
bit
Yes
Null


And Yay! we are done
Selesailah tahap analisa dan desain sampai disini, semoga bermanfaat untuk menambah pengetahuan kita tentang bermacam proses bisnis dan juga mengembangkan kemampuan analisa serta design sistem. See yaa at next article and have a nice weekend :)